Rumah Adat Sasadu. Dengan dekorasi bangunan yang sangat unik. Rumah adat sasadu dibangun dengan ukuran yang lebih besar dari rumah adat maluku pada umumnya. Rumah sasadu berasal dari suku sahu di sana. Yang merupakan ritual syukur atas keberhasilan panen. Pelaksanaan upaacara adat ini biasanya dilakukan pada saat panen raya sebagai bentuk syukur dan pelaksanaan musyarawah. Bentuk rumah adat di indonesia ini berkonsep rumah panggung, sedangkan material bangunannya menggunakan batang pohon sagu. Rumah adat maluku, sasadu, dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan bahan alam yaitu pasak kayu. Rumah adat sasadu berlokasi di desa taraudu, kabupaten halmahera barat. Rumah adat sasadu memiliki bentuk yang simpel atau sederhana. Rumah adat sasadu adalah rumah adat yang berasal dari maluku utara, ruamah adat ini berbentuk seperti rumah panggung. Suku sahu di maluku merupakan suku paling tua di wilayah halmahera tersebut. Bagian tengah rumah sasadu biasa digunakan sebagai tempat musyawarah suku sahu. Maluku dikenal begitu kaya akan budaya, salah satunya bisa dilihat pada rumah adat sasadu. Hakikat dan maknanya bagi masyarakat suku sahu di halmahera. Rumah adat ini sejak awal ada lebih berfungsi sebagai balai adat atau tempat pertemuan bagi seluruh masyarakat suku sahu saat ada kegiatan adat.

Rumah adat sasadu (youtube budaya saya) terdapat 3 rumah adat di antaranya rumah adat baileo, rumah adat sasadu, dan rumah adat hibualamo. Dengan dekorasi bangunan yang sangat unik. Rumah adat maluku, sasadu, dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan bahan alam yaitu pasak kayu. Keunikan pada bangunan rumah yang satu ini, bisa kita perhatikan dari jumlah pintu yang ada pada rumah adat ini. Sehingga bisa kita simpulkan sebagai rumah besar yang berfungsi untuk berlindung. Rumah adat sasadu memiliki bentuk yang simpel atau sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah adat sasadu merupakan rumah khas suku sahu di kabupaten halmahera barat yang dijadikan sebagai tempat pelaksanaan upacara adat horom toma sasadu (makan bersama di sasadu). Tujuan penelitian ini adalah mengungkap bentuk dan fungsi ruang, struktur. Seperti ritual adat makan bersama di rumah adat atau biasa disebut orom sasadu, di desa gamtala, kecamatan jailolo. Rumah adat sasadu berasal dari maluku utara tepatnya dari halmahera barat.
Rumah Adat Maluku Milik Masyarakat Suku Sahu Yang Telah Lama Tinggal Di Halmahera.
Rumah sasadu sering ditemukan di hampir setiap desa, dengan fungsi sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dan menjadi tempat untuk bermusyawarah. 34 rumah adat provinsi di indonesia dengan gambar. Seperti ritual adat makan bersama di rumah adat atau biasa disebut orom sasadu, di desa gamtala, kecamatan jailolo. Rumah adat sasadu berlokasi di desa taraudu, kabupaten halmahera barat. Dari asal katanya, arti sasadu bermakna berlindung di rumah besar. Ricardo freedom nanuru dalam jurnal berjudul orom sasadu: Rumah adat maluku utara sebelum membahas tentang filosofi dan arsitekturnya, perlu kita ketahui bahwa rumah adat sasadu bukanlah desain rumah yang berfungsi sebagai tempat tinggal. Sementara pada beberapa bagian balok penguat sering juga digunakan sebagai tempat duduk. Hakikat dan maknanya bagi masyarakat suku sahu di halmahera.
Rumah Adat Sasadu Dibangun Dengan Ukuran Yang Lebih Besar Dari Rumah Adat Maluku Pada Umumnya.
Tak seperti kebanyakan rumah adat lainnya yang berbentuk panggung. Keunikan pada bangunan rumah yang satu ini, bisa kita perhatikan dari jumlah pintu yang ada pada rumah adat ini. Rumah adat, sabua (bahasa melayu maluku) atau sasadu (bahasa sahu) mempunyai makna budaya yang penting. Untuk rumah daerah maluku utara adalah sasadu, tipenya rumah panggung dengan keunikan jumlah pintu yang ada sebanyak 6 pintu dengan fungsi yang berbeda beda. Rumah adat sasadu memiliki banyak fungsi, selain sebagai ruang pertemuan dan tempat penerimaan tamu juga tempat untuk merayakan pesta adat berlangsung hingga tujuh hari tujuh malam, pesta tersebut biasanya untuk merayakan perkawinan dan kelahiran di depan rumah inilah biasanya digelar acara makan bersama dengan memainkan tarian adat tradisional. Rumah adat sasadu memiliki bentuk yang simpel atau sederhana. Rumah adat sasadu memiliki bentuk yang simple atau sederhana yang berupa panggung yang dibangun menggunakan bahan kayu sebagai pilar atau tiang penyangga yang berasal dari batang pohon sagu, anyaman daun sagu sebagai penutup atap rumah adat dan memiliki dua pijiakan tangga terletak disisi kiri dan kanan. Rumah sasadu berasal dari suku sahu di sana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah adat sasadu merupakan rumah khas suku sahu di kabupaten halmahera barat yang dijadikan sebagai tempat pelaksanaan upacara adat horom toma sasadu (makan bersama di sasadu).
Sasadu Berarti Berlindung Di Dalam Rumah Besar.
Bangunan ini berbentuk bidang geometris empat persegi panjang yang mencerminkan bentuk kebudayaan masyarakat jailolo pada masa lalu. Konstruksi bagian ruang ini dibuat terbuka dan ditopang tiang. Rumah adat sasadu adalah desain rumah adat asli masyarakat suku sahu yang ada sejak zaman dulu di halmahera dan desainnya menggambarkan tentang falsafah kehidupan orang sahu dalam bermasyarakat. Rumah adat ini merupakan salah satu rumah adat maluku yang tertua karena sudah ada sejak zaman dahulu. Rumah adat sasadu (youtube budaya saya) terdapat 3 rumah adat di antaranya rumah adat baileo, rumah adat sasadu, dan rumah adat hibualamo. Pelaksanaan upaacara adat ini biasanya dilakukan pada saat panen raya sebagai bentuk syukur dan pelaksanaan musyarawah. Rumah sasadu menjadi tempat ritual adat, tempat pertemuan, penjamuan tamu luar suku sahu, acara pernikahan, hingga musyawarah adat. Rumah baileo juga masuk ke dalam jenis rumah panggung. Bentuk rumah adat di indonesia ini berkonsep rumah panggung, sedangkan material bangunannya menggunakan batang pohon sagu.